Headlines

SOP PSSI

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PSSI

I. PENDAHULUAN Standar Operasional Prosedur (SOP) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini disusun sebagai pedoman untuk memastikan semua kegiatan organisasi berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai regulasi yang berlaku.

II. RUANG LINGKUP SOP ini mencakup prosedur dalam berbagai aspek pengelolaan PSSI, termasuk administrasi, kompetisi, pembinaan, perwasitan, infrastruktur, hubungan internasional, serta tata kelola keuangan dan etika.


1. ADMINISTRASI DAN KEANGGOTAAN

1.1. Pendaftaran Keanggotaan Klub dan Asosiasi

  1. Klub atau asosiasi yang ingin menjadi anggota PSSI harus mengajukan permohonan secara tertulis dengan melampirkan dokumen pendukung.
  2. Verifikasi dokumen dilakukan oleh Komite Keanggotaan PSSI.
  3. Keputusan penerimaan akan diumumkan melalui rapat Komite Eksekutif PSSI.
  4. Anggota yang diterima wajib mematuhi semua regulasi dan kode etik PSSI serta membayar iuran tahunan.

1.2. Tata Kelola Administrasi Internal

  1. Semua dokumen administratif harus terdokumentasi dengan baik dalam sistem digital dan manual.
  2. Setiap surat atau dokumen yang masuk harus dicatat dalam sistem sebelum diteruskan ke pihak terkait.
  3. Surat keluar harus mendapat persetujuan dari Sekjen PSSI sebelum dikirim.
  4. Audit internal dilakukan setiap enam bulan untuk memastikan kepatuhan administratif.

2. PENGELOLAAN KOMPETISI

2.1. Regulasi Kompetisi Liga

  1. Semua klub peserta harus memiliki lisensi klub sesuai standar PSSI.
  2. PSSI menetapkan jadwal liga dan kompetisi berdasarkan kalender FIFA dan AFC.
  3. Setiap klub wajib menyerahkan daftar pemain sebelum kompetisi dimulai.
  4. Setiap kompetisi diawasi oleh Komite Kompetisi yang bertugas memantau pelaksanaan pertandingan.

2.2. Peraturan Teknis dan Keamanan Pertandingan

  1. Setiap pertandingan wajib menggunakan wasit bersertifikat PSSI dan FIFA.
  2. Stadion harus memenuhi standar keamanan, termasuk keberadaan tenaga medis dan aparat keamanan.
  3. Setiap klub wajib menyediakan laporan pasca-pertandingan terkait kondisi keamanan dan teknis pertandingan.
  4. Hukuman atau sanksi diberikan kepada klub atau pemain yang melanggar regulasi kompetisi.

3. PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PEMAIN

3.1. Program Pembinaan Usia Dini

  1. PSSI mengelola dan mengawasi akademi sepak bola dan sekolah sepak bola (SSB) yang terdaftar.
  2. Setiap SSB harus memiliki pelatih yang bersertifikat sesuai regulasi.
  3. Kompetisi usia muda diselenggarakan untuk memberikan pengalaman kompetitif bagi pemain muda.
  4. Program pemantauan bakat dilakukan oleh tim pencari bakat nasional.

3.2. Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih

  1. Setiap pelatih wajib memiliki lisensi kepelatihan yang diakui oleh PSSI dan AFC.
  2. PSSI secara berkala menyelenggarakan kursus kepelatihan untuk meningkatkan kualitas pelatih.
  3. Evaluasi kinerja pelatih dilakukan setiap akhir musim.

4. PERWASITAN DAN FAIR PLAY

4.1. Pengelolaan Wasit

  1. Setiap wasit harus memiliki sertifikasi resmi dari PSSI dan mengikuti pelatihan berkala.
  2. Komite Wasit bertanggung jawab atas penugasan wasit di setiap pertandingan.
  3. Evaluasi wasit dilakukan setiap musim untuk memastikan kualitas kepemimpinan pertandingan.

4.2. Kode Etik Fair Play

  1. Semua pemain, pelatih, dan ofisial wajib menjunjung tinggi nilai fair play.
  2. Pelanggaran kode etik akan ditangani oleh Komite Disiplin PSSI.
  3. Hukuman bagi pelanggar dapat berupa sanksi denda, larangan bermain, atau pencabutan keanggotaan.

5. INFRASTRUKTUR DAN FASILITAS

  1. PSSI menetapkan standar stadion yang harus dipenuhi oleh klub profesional.
  2. Stadion yang digunakan harus memiliki fasilitas medis, ruang ganti, dan pencahayaan yang memadai.
  3. PSSI bertanggung jawab dalam mendukung pembangunan pusat pelatihan nasional.

6. HUBUNGAN INTERNASIONAL

  1. PSSI wajib mengikuti regulasi FIFA dan AFC dalam pengelolaan sepak bola nasional.
  2. PSSI bekerja sama dengan federasi sepak bola negara lain dalam program pengembangan pemain dan pelatih.
  3. Setiap tim nasional yang akan bertanding di kompetisi internasional harus mendapatkan persetujuan dari PSSI.

7. KEUANGAN DAN PENGAWASAN

  1. PSSI mengelola dana secara transparan dan bertanggung jawab.
  2. Audit keuangan dilakukan oleh lembaga independen setiap tahun.
  3. PSSI menerapkan sistem anggaran yang berbasis kebutuhan program dan pengembangan sepak bola nasional.

8. PENUTUP

SOP ini merupakan pedoman resmi yang harus dipatuhi oleh semua pihak yang berada di bawah naungan PSSI. Evaluasi dan revisi SOP dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan dengan perkembangan sepak bola nasional dan internasional.